Cerita Panas Akibat Sering Di Lilit Handuk – Ketika duduk di bangku kelas 2 SMP, aku sekolah jam 12.00 WIB. Jadi, pagi-pagi aku menemani adikku yg masih kecil sebelum berangkat ke sekolah. Jam 09.30 WIB seperti biasa, aku titipkan adik kecilku ke rumah nenekku yg letaknya tdk seberapa jauh. Dan biasanya setelah mengantar adikku, aku selalu bermalas-malasan di kursi sambil nonton televisi dgn badan dililit handuk tanpa memakai celana dalam dan baju.

Seperti biasanya pula, tetanggaku sering ikut mandi atau buang air di rumahku pada jam 09.00 atau jam 10.00 WIB. Meski di rumahnya memiliki kamar mandi tp persediaan airnya kurang. Berbeda dgn rumahku, selain ibuku menggunakan mata air yg mengaliri setiap rumah warga, ibuku jg memasang air PDAM. Sehingga air di rumahku tdk pernah kosong jika air dari pegunungan mampet atau kering.

Walaupun tetanggaku ini sering ikut mandi atau buang air di rumahku, tdk ada rasa iseng dalam pikiranku utk mengintip atau tindakan-tindakan cabul lainnya. Walaupun di usiaku yg sudah 14 tahun, film porno sudah tdk asing bagiku.

Sebab, pergaulan di sekolah yg mengenalkanku bukan hanya pada minuman keras, rokok, tetapi jg pada film porno baik bokef barat maupun asia. Sungguh, ketika itu tdk ada terlintas sedikitpun dalam benakku utk melakukan hal-hal yg berbau seks terhadap tetanggaku ini yg usianya sudah lebih tua dari ayahku. Usianya sekitar 48 tahun ketika aku iseng bertanya kepadanya.

Sambil menunggu tetanggaku keluar dari kamar mandi, aku tetap tiduran di kursi sambil nonton televisi dgn tubuh bugil yg hanya dililit handuk.

Sampai akhirnya, tetanggaku selesai buang air dan keluar dari kamar mandi. Secara tiba-tiba, handuk yg melilit ditubuhku ditariknya dgn paksa namun, tanganku dgn refleks dan kuat menahan supaya handuk tdk sepenuhnya terlepas dan menampakan kelaminku. Hal tersebut membuat tetanggaku menjadi malu karena hendak memaksa melepas handukku dan langsung pergi ke luar rumahku.

Aku yg kaget dgn pengalaman tersebut mulai mengingat kembali kejadian yg mengejutkan itu. Betapa anehnya wajah seorang wanita yg sudah memiliki cucu tersebut dgn sorot mata seperti wanita dalam film bokef. Penuh nafsu dan menggairahkan. Maka tanpa pikir panjang, aku rapihkan kembali handukku dan segera melesat menuju rumahnya.

Di rumahnya, Bu Mina, aku mendapati ia sedang duduk di kursi panjang yg sudah tak karuan bentuknya sambil merokok. Aku beranikan diri duduk di sebelahnya.

“Bu, tadi ibu mau ngapain?”
“eng, eng, enggak cuma mau lihat burung kamu saja!” jawab Bu Imah dgn wajah so cuek.
“ooh. Kirain mau apa. Aku kaget sekali dgn perlakuan ibu yg tiba-tiba seperti itu.”
“udahlah, Dek Iwan lupakan saja kejadian itu, ya!” jawabnya sambil menghembuskan asap rokoknya.
“bu, kalau ibu pengen lihat burungku, ayo bu di rumahku saja.” jawabku sambil berlalu dari rumahnya.

Di rumahku, aku duduk di kursi sambil menyalakan rokok yg sebelumnya aku ambil dari dalam tas sekolah di dalam kamarku. Sambil menghisap rokok, aku heran dgn ucapanku yg tadi aku ucapkan ke Bu Mina. Dag dig dug jantungku membayangkan bagaimana kalau Bu Mina nanti datang lagi ke rumahku ingin melihat penisku?

Sumber

Cerita Ngentot Gairahku Naik Karena Keenakan Di Pijat

Cerita Ngentot Remasan Dalam Vagina

Cerita Ngentot USG Berakhir Dengan Sex

Cerita Ngentot Gadis Perawan Di Panti Pijat

Cerita Ngentot Desahan Tante Pemilik Kost